1)
|
Pengertian Bank
Masyarakat pada umumnya telah
mengetahui bahwa bank itu adalah tempat menabung, menyimpan uang ataupun
meminjam uang bagi masyarakat yang membutuhkan. Berikut akan disampaikan dua
definisi bank, sebagai berikut:
|
||||||||||||||||||
2)
|
Fungsi Bank
Fungsi perbankan Indonesia adalah
sebagai penghimpun, penyalur dan pelayan jasa dalam lalulintas pembayaran dan
peredaran uang di masyarakat yang bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan
nasional, dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi dan
stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Secara
ringkas fungsi bank dapat dibagi menjadi sebagai berikut:
“Dari pelayanan yang dilakukan
Bank, pelayanan jasa apa yang Anda sudah nikmati?
Jika fungsi di atas
diklasifikasikan lagi maka fungsi bank dibagi menjadi Fungsi Utama dan Fungsi
Tambahan.
Fungsi bank yang dikemukakan di
atas, secara umum merupakan fungsi bank umum, adapun fungsi dari bank sentral
adalah:
1) penyelesaian utang-piutang antar bank; 2) mengedarkan uang kertas; 3) wakil pemerintah dalam menerima pembayaran pajak; 4) sumber dana pinjaman terakhir; 5) memegang cadangan kas sistem; 6) mengontrol volume dan keadaan kredit untuk mempertahankan tingkat kegiatan ekonomi.
Bank Indonesia
(BI, dulu
disebut De Javasche Bank)
adalah bank sentralRepublik Indonesia. Sebagai bank sentral, BI
mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata
uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.
Untuk mencapai
tujuan tersebut BI didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang
tugasnya. Ketiga bidang tugas ini adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter,
mengatur dan menjaga kelancaran sistem
pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia.
Ketiganya perlu diintegrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan
nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan
efisien.
BI juga menjadi
satu-satunya lembaga yang memiliki hak untuk mengedarkanuang di Indonesia.
Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya BI dipimpin oleh Dewan Gubernur. Sejak 2013, Agus
Martowardojo menjabat
sebagaiGubernur BI menggantikan Darmin
Nasution.
Fungsi
dan Peranan Bank, Peranan Bank Indonesia (Bank Sentral) dalam Perbankan Indonesia.
Fungsi Bank
1.
Penghimpun dana Untuk
menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa
sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu:
A.
Dana yang bersumber
dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.
B.
Dana yang berasal dari
masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan
giro, deposito dan tabanas.
C.
Dana yang bersumber
dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit
Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang
meminjam) dan memenuhi persyaratan. Mungkin Anda pernah mendengar beberapa bank
dilikuidasi atau dibekukan usahanya, salah satu penyebabnya adalah karena
banyak kredit yang bermasalah atau macet.
2.
Penyalur dana-dana
yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian
kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.
3.
Pelayan Jasa Bank
dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” melakukan
berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata,
kartu kredit dan pelayanan lainnya.
Adapun secara spesifik bank bank dapat
berfungsi sebagai agent of trust, agent of develovment dan agen of services.
1.
Penyalur/pemberi
Kredit Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan
tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada
masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam pelaksanaan fungsi
ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil atau
dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit akan menimbulkan resiko,
oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti.
1. Agent Of Trust
Yaitu lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama kegiatan
perbankkan adalah kepercayaan ( trust ), baik dalam penghimpun dana maupun
penyaluran dana. Masyarakat akan mau menyimpan dana dananya di bank apabila
dilandasi kepercayaan. Dalam fungsi ini akan di bangun kepercayaan baik dari
pihak penyimpan dana maupun dari pihak bank dan kepercayaan ini akan
terus berlanjut kepada pihak debitor. Kepercayaan ini penting dibangun karena
dalam keadaan ini semua pihak ingin merasa diuntungkan untuk baik dari segi
penyimpangan dana, penampung dana maupun penerima penyaluran dana tersebut.
2. Agent Of Development
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk
pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat
diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank
tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan
distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan
investasi , distribusi dan konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan
uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini tidak lain
adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat.
3. Agent Of Services
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi.
Disamping melakukan kegiatan penghimpun dan penyalur dana, bank juga memberikan
penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakan. Jasa yang ditawarkan bank
ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum.
Peran Bank
Dalam menjalankan kegiatannya bank mempunyai peran penting dalam
sistem keuangan, yaitu :
1. Pengalihan Aset (asset transmutation)
Yaitu pengalihan dana atau aset dari unit surplus ke unit
devisit. Dimana sumber dana yang diberikan pada pihak peminjam berasal pemilik
dana yaitu unit surplus yang jangka waktunya dapat diatur sesuai dengan
keinginan pemilik dana. Dalam hal ini bank berperan sebagai pangalih aset yang
likuid dari unit surplus (lender) kepada unit defisit (borrower).
2. Transaksi (transaction)
Bank memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku ekonomi untuk
melakukan transaksi. Dalam ekonomi modern, trnsaksi barang dan jasa tidak
pernah terlepas dari transaksi keuangan. Untuk itu produk-produk yang
dikeluarkan oleh bank (giro, tabungan, depsito, saham dan sebagainya)merupakan
pengganti uang dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran.
3. Likuiditas (liquidity)
Unit surplus dapat menempatkan dana yang dimilikinya dalam
bentuk produk-produk berupa giro, tabungan, deposito, dan sebagainya.
Produk-produk tersebut masing-masing mempunyai tingkat likuiditas yang
berbeda-beda. Untuk kepentingn likuiditas para pemilik dana dapat menempatkan
dananya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Dengan demikian bank
memberikan fasilitas pengelolaan likuiditas kepada pihak yang mengalami surplus
likuiditas dan menyalurkannya kepada pihak yang mengalami kekurangan
likuiditas.
4. Efisiensi (efficiency)
Peranan bank sebagai broker adalah menemukan peminjam dan
pengguna modal tanpa mengubah produknya. Disini bank hanya memperlancar dan mempertemukan
pihak-pihak yang saling membutuhkan. Adanya informasi yang tidak simetris
(asymmetric information) antara peminjam dan investor menimbulkan masalah
insentif. Peran bank menjadi penting untuk memecahkan masalah insentif
tersebut. Untuk itu jelas peran bank dalam hal ini yaitu menjembatani dua pihak
yang saling berkepentingan untuk menyamakan informasi yang tidak sempurna,
sehingga terjadi efisiensi biaya ekonomi.
PERAN BANK INDONESIA DALAM STABILITAS KEUANGAN
Sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, tugas
utama Bank Indonesia tidak saja menjaga stabilitas moneter, namun juga
stabilitas sistem keuangan (perbankan dan sistem pembayaran). Keberhasilan Bank
Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter tanpa diikuti oleh stabilitas sistem
keuangan, tidak akan banyak artinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang
berkelanjutan. Stabilitas moneter dan stabilitas keuangan ibarat dua sisi mata
uang yang tidak dapat dipisahkan. Kebijakan moneter memiliki dampak yang
signifikan terhadap stabilitas keuangan begitu pula sebaliknya, stabilitas
keuangan merupakan pilar yang mendasari efektivitas kebijakan moneter. Sistem
keuangan merupakan salah satu alur transmisi kebijakan moneter, sehingga bila
terjadi ketidakstabilan sistem keuangan maka transmisi kebijakan moneter tidak
dapat berjalan secara normal. Sebaliknya, ketidakstabilan moneter secara
fundamental akan mempengaruhi stabilitas sistem keuangan akibat tidak
efektifnya fungsi sistem keuangan. Inilah yang menjadi latar belakang mengapa stabilitas
sistem keuangan juga masih merupakan tugas dan tanggung jawab Bank
Indonesia.
Pertanyaannya, bagaimana peranan Bank Indonesia dalam memelihara
stabilitas sistem keuangan? Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki lima
peran utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kelima peran utama yang
mencakup kebijakan dan instrumen dalam menjaga stabilitas sistem keuangan itu
adalah:
Pertama, Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter
antara lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka. Bank
Indonesia dituntut untuk mampu menetapkan kebijakan moneter secara tepat dan
berimbang. Hal ini mengingat gangguan stabilitas moneter memiliki dampak
langsung terhadap berbagai aspek ekonomi. Kebijakan moneter melalui
penerapan suku bunga yang terlalu ketat, akan cenderung bersifat mematikan
kegiatan ekonomi. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, untuk menciptakan
stabilitas moneter, Bank Indonesia telah menerapkan suatu kebijakan yang
disebut inflation targeting
framework.
Kedua, Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja
lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan. Penciptaan kinerja lembaga
perbankan seperti itu dilakukan melalui mekanisme pengawasan dan regulasi. Seperti halnya di negara-negara lain, sektor
perbankan memiliki pangsa yang dominan dalam sistem keuangan. Oleh sebab itu,
kegagalan di sektor ini dapat menimbulkan ketidakstabilan keuangan dan
mengganggu perekonomian. Untuk mencegah terjadinya kegagalan tersebut, sistem
pengawasan dan kebijakan perbankan yang efektif haruslah ditegakkan. Selain
itu, disiplin pasar melalui kewenangan dalam pengawasan dan pembuat kebijakan
serta penegakan hukum (law enforcement) harus dijalankan. Bukti yang ada
menunjukkan bahwa negara-negara yang menerapkan disiplin pasar, memiliki
stabilitas sistem keuangan yang kokoh. Sementara itu, upaya penegakan hukum (law
enforcement) dimaksudkan untuk melindungi perbankan dan stakeholder serta
sekaligus mendorong kepercayaan terhadap sistem keuangan. Untuk menciptakan
stabilitas di sektor perbankan secara berkelanjutan, Bank Indonesia telah
menyusun Arsitektur Perbankan Indonesia dan rencanaimplementasi Basel II.
Ketiga, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga
kelancaran sistem
pembayaran. Bila terjadi gagal
bayar (failure to settle) pada salah satu peserta dalam sistem sistem
pembayaran, maka akan timbul risiko potensial yang cukup serius dan mengganggu
kelancaran sistem pembayaran. Kegagalan tersebut dapat menimbulkan risiko yang
bersifat menular (contagion risk) sehingga menimbulkan gangguan yang
bersifat sistemik. Bank Indonesia mengembangkan mekanisme dan pengaturan untuk
mengurangi risiko dalam sistem pembayaran yang cenderung semakin meningkat.
Antara lain dengan menerapkan sistem pembayaran yang bersifat real
time atau dikenal dengan nama sistem RTGS (Real Time Gross
Settlement) yang dapat lebih meningkatkan keamanan dan kecepatan sistem
pembayaran. Sebagai otoritas dalam sistem pembayaran, Bank Indonesia memiliki
informasi dan keahlian untuk mengidentifikasi risiko potensial dalam sistem
pembayaran.
Keempat, melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan, Bank Indonesia
dapat mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan.
Melalui pemantauan secara macroprudential, Bank Indonesia dapat
memonitor kerentanan sektor keuangan dan mendeteksi potensi kejutan (potential
shock) yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan. Melalui riset, Bank
Indonesia dapat mengembangkan instrumen dan indikator macroprudential untuk
mendeteksi kerentanan sektor keuangan. Hasil riset dan pemantauan tersebut,
selanjutnya akan menjadi rekomendasi bagi otoritas terkait dalam mengambil
langkah-langkah yang tepat untuk meredam gangguan dalam sektor keuangan.
Kelima, Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai jaring pengaman sistim keuangan melalui fungsi bank sentral sebagai lender
of the last resort (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran tradisional
Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mengelola krisis guna menghindari
terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Fungsi sebagai LoLR mencakup
penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis. Fungsi ini hanya
diberikan kepada bank yang menghadapi masalah likuiditas dan berpotensi memicu
terjadinya krisis yang bersifat sistemik. Pada kondisi normal, fungsi LoLR
dapat diterapkan pada bank yang mengalami kesulitan likuiditas temporer namun
masih memiliki kemampuan untuk membayar kembali. Dalam menjalankan fungsinya
sebagai LoLR, Bank Indonesia harus menghindari terjadinya moral hazard.
Oleh karena itu, pertimbangan risiko sistemik dan persyaratan yang ketat harus
diterapkan dalam penyediaan likuiditas tersebut.
PERBEDAAN
LEMBAGA KEUANGAN BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK
Ada
beberapa perbedaan antara bank dan lembaga keuangan bukan bank, yaitu :
Lembaga
keuangan bank (disebut bank saja) merupakan lembaga keuangan yang paling
lengkap kegiatannya yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan
kembali dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman serta
melaksanakan kegiatan jasa keuangan lainnya, sedangkan Lembaga keuangan non
bank (disebut lembaga keuangan lainnya) kegiatannya difokuskan pada salah satu
kegiatan keuangan saja. Misalnya : *perusahaan leasing menyalurkan dana dalam
bentuk barang modal kepada perusahaan penyewa (lessee), *pegadaian menyalurkan
dana dalam bentuk pinjaman jangka pendek dengan jaminan barang bergerak.
Bank dapat secara
langsung menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, deposito
berjangka. Sedangkan LK Non Bank tidak dapat secara langsung menghimpun dana
dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito berjangka.
Bank Umum
dapat menciptakan uang giral yang dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar
dimasyarakat. Sedangkan LK Non Bank tidak bisa melakukan hal tersebut.
NB :
“dari simpanan masyarakat yang berupa giro, disamping dapat dipergunakan
sebagai alat pembayaran
dalam suatu transaksi dengan menggunakan cek atau bilyet giro, bagi bank
umum giro juga dapat dipergunakan untuk menciptakan uang giral
Sumber :
|
air soft guns
Minggu, 30 Maret 2014
Pengertian Bank Serta Fungsinya
Selasa, 21 Januari 2014
TUGAS 5 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Siklus
Sistem Informasi Akuntansi
Pengertian Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi Adalah Suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi,Sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode.
Siklus akuntansi Adalah Suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi,Sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode.
Siklus Akuntansi terdiri dari 4 yaitu :
Siklus Pendapatan
Siklus Pengeluaran
Siklus Produksi
Siklus Keuangan
Siklus Pendapatan
Siklus pendapatan (Revenue)
Siklus pendapatan adalah
Siklus ini mencakup kegiatan penjualan
dan penerimaan dalam bentuk fungsi.
Siklus Pendapatan merupakan prosedur
pendapatan dkimulai dari bagian penjualan
otorisasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai dengan
otorisasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai dengan
penerimaan kas
Data Flow Diagram Siklus Pendapatan
Tingkat 0

Sebagai tambahan SIA sebaiknya menyediakan informasi
strategi dan evaluasi pelaksanaan:
* Waktu yang dibutuhkan untuk menangani permintaan pelanggan.
* Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi dan menyerahkan pesanan.
* Persentase penjualan yang memerlukan back order.
* Kepuasan pelanggan.
* Menganalisis pengaruh pasar dan kecenderungan penjualan.
* Analisis keuntungan berdasarkan produk, pelanggan, dan wilayah penjualan.
* Volume pejualan dalam dolar dan jumlah pelanggan.
* Keberhasilan iklan dan promosi.
* Kinerja staff penjualan.
* Piutang tidak tertagih dan kebijaksanaan kredit.
* Diharapkan penerimaan kas dan pinjaman jangka pendek.
Informasi keuangan dan operasional dibutuhkan untuk mengatur dan mengevaluasiaktivitas siklus pendapatan. Dengan adanya sistem database, sudah saatnya merancang kembali SIA yang mampu menggumpulkan dan menyimpan data transaksi keuangan dan operasional pada siklus pendapatan. Dari aktivitas bisnis siklus pendapatan dari Gambar 1 dan 2 diperoleh informasi:
Dua resources: cash dan inventory
Empat bisnis event: take customer order, fill customer order, ship goods, dan collect cash
External agent: customer dan carrier. Sedangkan internal agent adalah salesperson, warehouse clerk, shipping clerk, dan cashier.
Pengendalian dan Prosedur Siklus Pendapatan :
* Waktu yang dibutuhkan untuk menangani permintaan pelanggan.
* Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi dan menyerahkan pesanan.
* Persentase penjualan yang memerlukan back order.
* Kepuasan pelanggan.
* Menganalisis pengaruh pasar dan kecenderungan penjualan.
* Analisis keuntungan berdasarkan produk, pelanggan, dan wilayah penjualan.
* Volume pejualan dalam dolar dan jumlah pelanggan.
* Keberhasilan iklan dan promosi.
* Kinerja staff penjualan.
* Piutang tidak tertagih dan kebijaksanaan kredit.
* Diharapkan penerimaan kas dan pinjaman jangka pendek.
Informasi keuangan dan operasional dibutuhkan untuk mengatur dan mengevaluasiaktivitas siklus pendapatan. Dengan adanya sistem database, sudah saatnya merancang kembali SIA yang mampu menggumpulkan dan menyimpan data transaksi keuangan dan operasional pada siklus pendapatan. Dari aktivitas bisnis siklus pendapatan dari Gambar 1 dan 2 diperoleh informasi:
Dua resources: cash dan inventory
Empat bisnis event: take customer order, fill customer order, ship goods, dan collect cash
External agent: customer dan carrier. Sedangkan internal agent adalah salesperson, warehouse clerk, shipping clerk, dan cashier.
Pengendalian dan Prosedur Siklus Pendapatan :
1.Semua transaksi sudah diotorisasi
dengan benar
2.Semua transaksi yang dicatat
benar-benar terjadi
3.Semua transaksi yang valid dan
disahkan, telah dicatat
4.Semua transaksi dicatat dengan akurat
5.Aset dijaga dari kehilangan ataupun
pencurian
6.Aktivitas bisnis dilaksanakan secara
efisien dan efektif
Siklus Pengeluaran

Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa. Dalam SIA siklus pengeluaran, paling tidak terdapat empat sub sistem yang harus dirancang, yaitu: sistem pembelian, system penerimaan barang, system voucher, dan system pengeluaran kas
Tujuan siklus pengeluaran adalah untuk mengubah kas perusahaan ke dalam bentuk bahan baku fisik serta sumber daya manusia yang dibutuhkannya untuk menjalankan bisnis.
3 Proses aktivitas bisnis dasar dalam siklus pengeluaran
- Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
- Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
- Membayar barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
Transaksi dan dokumen
|
Transaksi
|
Dokumen
|
|
Pengeluaran Kas
|
Cek
|
|
Retur Pembelian
|
Memo debit
|
|
Retur Pembelian
|
Dokumen/nota pembayaran biaya
|
|
Pembelian Kredit
|
Permintaan pembelian
Pesanan penerimaan
Laporan penerimaan barang
Voucher
|
Pengendalian Siklus Pengeluaran
|
Aktivitas Pengendalian
|
Pemrosesan Penjualan
|
Penerimaan Kas
|
|
Otorisasi transaksi
|
Pengendalian persediaan
|
Bagia utang usaha mengotorisasi pembayaran
|
|
Pemisahan penugasan
|
Pengendalian persediaan dipisahkan
dari dipisahan dari bagian pembelian dan penyimpanan persediaan. Buku besar
utang usaha terpisah dari buku besar.
|
Pisahkan bagian buku besar pembantu
utang usaha, pengeluaran kas, dan buku besar
|
|
Supervisi
|
Bagian penerimaan
|
|
|
Catatan akuntansi
|
Buku pembantu utang usaha, buku besar,
file permintaan pembelian, file pesanan pembelian, file laporan
penerimaan
|
File voucher utang, buku pembantu utang usaha, jurnal pengeluaran
kas, akun kas di buku besar.
|
|
Akses
|
Keamanan fisik aktiva. Batas akses
hanya ke catatan akuntansi di atas
|
Keamanan yang memandai atas kas. Batas
akses ke barbagai catatan akuntansi di atas
|
|
Verifikasi independen
|
Bagian utang dengan merekonsiliasi
berbagai dokumen sumber sebelum mencatat kewajiban. Bagian buku besar
merekonsiliasi akurasi umum proses tersebut
|
Peninjauan akhir okeh bagian
pengeluaran kas. Rekonsiliasi keseluruhan oleh bagian buku besar.
Rekonsiliasi bank secara berkala
|
Siklus Produksi
Siklus Produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk.
Aktivitas-Aktivitas Siklus Produksi
• Informasi akuntansi biaya yang akurat dan tepat waktu merupakan input penting dalam keputusan mengenai hal-hal berikut ini :
• Bauran produk
• Penetapan harga produk
• Alokasi dan perencanaan sumber daya (contoh apakah membuat atau membeli)
• Manajemen Biaya
• Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
• Perancangan Produk
• Perencanaan dan Penjadwalan
• Operasi Produksi
• Akuntansi Biaya
Prosedur Siklus Produksi
• Fungsi ketiga dari SIA adalah untuk memberikan informasi yang berguna untuk mengambilan keputusan.
• Dalam siklus produksi, informasi biaya adalah dibutuhkan oleh para pemakai internal dan eksternal.
• Tradisional, kebanyakan sistem akuntansi biaya awalnya telah didesain untuk memenuhi permintaan pelaporan keuangan.
Pengendalian Siklus Poduksi
• Fungsi kedua dari SIA dirancang dengan baik adalah untuk memberikan pengendalian yang cukup untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan tersebut terpenuhi :
1. Semua produksi dan perolehan aktiva tetap diotorisasi dengan baik.
2. Persediaan barang dalam proses dan aktiva tetap dijaga keamanannya.
3. Semua transaksi siklus produksi yang valid dan sah akan dicatat
Model Siklus Produksi
- Guna memaksimalkan kegunaan manajemen biaya dan pengambilan keputusan, data siklus produksi harus dikumpulkan dari tingkat agregasi terendah.
- Entitas barang dalam proses digunakan untuk mengumpulkan dan merangkum data mengenai bahan baku, tenaga kerja, dan operasi mesin yang digunakan untuk memproduksi barang.
Sebagian Diagram REA Siklus Produksi
Hubungan antara barang dalam
proses dan ketiga entitas ituAdalah satu-ke-banyak
Dapat mencerminkan dari hub.tsb. adalah setiap proses produksi dapat mencakup
sejumlah pengeluaran bahan baku, operasi
tenaga kerja, dan operasi mesin.
Setiap aktivitas ini dihubungkan dengan proses
produksi tertentu.
Siklus Keuangan
Siklus Keuangan adalah Sistem akuntansi yang mencatat dua dua kegiatan ekonomi yaitu :
Bisnis menaikkan modal dari para pemilik dan kreditor. Bisnis menggunakan modal untuk memperoleh aset produksi yang dipakai untuk memperoleh pendapatan.
Siklus
keuangan adalah kejadian yang berkaitan dengan perolehan dan manajemen dana
modal termasuk kas.
Siklus Keuangan terdiri dari :
1.
Jurnal Pemasukan.
2.
Jurnal Buku Besar.
3.
Neraca.
4.
Laporan Laba/Rugi dll.
Siklus keuangan melaporkan sumber
kapital pada manajer berkenaan dengan hasil operasinya. Sistem laporan keuangan
ini menunjukkan pada kesatuan eksternal dengan meringkas data akuntansi dan
menunjukkannya dalam rekening keuangan. Terkadang meliputi sistem akuntansi
tanggung jawab yang menunjukkan biaya aktual dan dianggarkan pada manajer
individu. Catatan jurnal dan aplikasi laporan keuangan terkadang merupakan
komponen sistem buku besar umum.
Prosedur Laporan KeuanganMenurut Kasmir,
dalam bukunya “Analisis Laporan Keuangan” (2012; 11), berikut ini beberapa
tujuan pembuatan atau penyusunan laporan keuangan yaitu :
- Memberikan informasi tentang jenis dan juga aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
- Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
- Memberikan informasi tentang jenis dan julmlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu.
- Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan pada periode tertentu
- Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada aktiva, pasiva dan modal perusahaan.
- Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode
- Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.
- Informasi keuangan lainnya.
Sumber :
http://ardeathnote444.blogspot.com/2012_02_01_archive.html
http://nanienuneno.blogspot.com/2010/11/siklus-pendapatan.html
http://sitisarahadi.wordpress.com/2013/05/31/tugas-kuliah-makalah-akuntansi-teori-akuntansi-dan-laporan-keuangan/
Langganan:
Komentar (Atom)




